Miung.com

Minggu, 17 November 2013

Bunyi hukum Ohm dan pengertiannya

Selamat malam! senang sekali akhirnya kini saya bisa kembali memperbarui blog sederhana ini. Setelah beberapa hari tidak diperbarui kini saya kembali lagi mengelola blog ini. Kali ini menggunakan sedikit waktu luang yang saya miliki, saya akan berbagi mengenai penjelasan dan bunyi hukum Ohm. Sebagai orang elekrtonik khususnya orang listrik sudah seharusnya kita tau dan kalau bisa hafal dengan hukum Ohm (selain itu hukum Ohm juga dipelajari pada cabang ilmu fisika). Pada dasarnya jika anda paham dengan kelistrikan berarti anda sudah mengerti dengan hukum Ohm, meskipun anda tidak hafal dengan bunyi hukum Ohm namun secara pribadi anda telah memahami hukum Ohm tersebut.

Sejarah

Ohm memiliki lambang "Ω", dinamakan dengan hukum Ohm karena ditemukan oleh George Ohm beliau adalah seorang ilmuan fisika (fisikawan). George Ohm memiliki nama lengkap George Simon Ohm, beliau lahir pada 16 maret 1789 dengan kenegaraan Jerman. Ohm dijadikan sebagai satuan hambatan listrik untuk mengenang jasa beliau.

Pengertian

Hukum Ohm merupakan sebuah teori yang membahas mengenai hubungan antara Tegangan (Volt), Arus (Ampere), dan Hambatan listrik dalam sirkuit (Ohm). 1 Ohm adalah hambatan listrik yang menyebabkan perbedaan satu volt saat arus sebasar 1 Ampere mengalir.

Bunyi hukum Ohm: "Kuat arus listrik pada suatu beban listrik berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan".

Lambang dari hambatan adalah R, lambang dari Arus adalah I, dan lambang dari tegangan adalah V. Berdasarkan hukum Ohm diatas maka bisa diambil rumus sebagai berikut ini;


I= V/R

style="clear: both; text-align: center;">

Keterangan:

I = Besar arus yang mengalir pada penghantar => dengan satuan Volt

V = Besar tegangan pada penghantar => dengan satuan Volt

R = Besar hambatan => dengan satuan Ohm


Berdasarkan patokan rumus diatas maka kita bisa mencari Nilai I, V, dan R pada suatu rangkaian listrik. Untuk mencari R, caranya cukup dengan menggunakan logika berdasarkan rumus diatas. Misal jika 5=10/2, maka 10=5X2 dan 2=10/5. Berdasarkan logika tersebut untuk mencari V rumusnya adalah V=I X R sedangkan untuk mencari nilai R digunakan rumus R=V/I.


Contoh soal:

Suatu rangkaian listrik tertutup diberi sumber tegangan sebesar 10 Volt, jika Arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah 2 Ampere berapakah nilai tahanan bebannya?

Jawab, menggunakan hukum Ohm.

R=V/I => V=10/2= 5 Ohm Jadi besarnya hambatan listrik pada rangkaian tersebut adalah 5 Ohm.

Hambatan dirangkai Seri

Untuk hambatan yang dirangkai secara seri besarnya tahanan pengganti adalah jumlah dari besarnya tahanan dari masing-masing beban. Misal R1=1 Ohm, R2=7 Ohm, dan R3=7 Ohm. Besarnya tahanan pengganti adalah R1+R2+R3= 1+7+7 = 15 Ohm.

Hambatan dirangkai pararel

Untuk hambatan yang dirangkai secara pararel besarnya tahanan pengganti dirumuskan dengan 1/Rtotal = 1/R1+1/R2+1/R3. Misal tiga buah beban listrik masing-masing berturut-turut memiliki tahanan 1 Ohm, 3 Ohm dan 6 Ohm. Besarapakah besarnya tahanan penggantinya? 1/Rtotal = 1/1+1/3+1/6=6/6+2/6+1/6=9/6, Rtotal= 6/9 Ohm = 6,66 Ohm


Note: Hambatan sama dengan Tahanan, hambatan pengganti adalah jumlah hambatan dalam suatu rangkaian. Suatu rangkaian hambatan bisa dirangkai secara seri dan pararel, untuk rangkaian seri besarnya hambatan pengganti adalah jumlah dari keseluruhan hambatan sedangkan untuk rangkaian pararel besarnya hambatan pengganti adalah 1/Rtotal=1/R1=1/R2+1/R3+1/R4+...... Demikian semoga membawa manfaat.
Rating: 4.5